Ilmu yang harus dimiliki oleh kita ditengah pandemi.

Setelah keluar dari Mesir Nabi Musa dan Bani Israil dikejar oleh pasukan Fir’aun dengan bersenjatakan dan lengkap menaiki kereta-kereta kuda. Allah menguji mereka dengan ujian keimanan yang berat dengan dihadapkan dengan lautan.

Dibelakang pasukan Fir’aun dan pasukannya yang siap memenggal leher-leher mereka. Dihadapan mereka terbentang lautan yang siap menenggelamkan mereka.

Dalam suasana genting tersebut salah satu umatnya berkata kepada Musa “wahai Musa kita akan terkejar”. Nabi Musa yang sudah ditempa mesantren di pondoknya Nabi Syuaib beliau dengan yakin menjawab “Tidak, kita tidak akan terkejar. Karena tuhanku bersamaku, Dia akan menunjukan jalan”. Melalui tongkat Nabi Musa Allah menurunkan pertolongan dengan membelah lautan memudahkan jalan untuk Bani Israil dan menenggelamkan Fir’aun bersama pasukannya.

Saat perjalan hijrah menuju Madinah dua orang yang bersahabat dalam iman berlindung dan bersembunyi di dalam gua yang sempit. Bersembunyi dari kejaran musuh-musuh yang dipimpin Abu Jahal, yang berambisi membunuh mereka. Para pemuda gagah perkasa dari setiap kabilah Quraisy dikirim untuk membunuh manusia agung Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Saat dekatnya para pemuda Quraisy Di dekat gua, Abu Bakar yang menemani beliau SAW menagis. Bukan karena takut jiwanya melayang, namun dia takut bila terjadi sesuatu pada diri Rasul SAW. Akibat tetesan air mata Abu Bakar  Rasulullah terbangun, karena saat itu beliau tidur berbantalkan paha Abu Bakar. Dengan tenang dan yakin beliau SAW menenangkan Abu Bakar dengan kalimat yang sangat terkenal la tahzan innalloha maana.

Begitulah betapa pentingnya melatih dan menempa hati terutama di tengah zaman yang penuh ujian dan fitnah. Bukannya caci maki dan penyesalan yang keluar dari lisan saat diterpa musibah tapi malah dzikir dan doa yang terucap karena yakin kepada Allah. Semoga kita dikuatkan imun dan iman untuk melawan pademi covid 19 ini. Dengan iktiar yang penuh kesabaran dan tawakkal yang teguh kepada Allah, mudah-mudahan kita keluar dari pandemi corona menjadi insan new normal, Baru akhlaknya dan imannya. (Labib)