MARI MENYIKAPI “NEW NORMAL” DENGAN CARA YANG BAIK DAN BENAR

New Normal, mungkin kalimat ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sebagai masyarakat milenial, kita dapat mengikuti perkembangan berita terbaru dengan begitu pesatnya, karena penyebaran berita yang begitu mempengaruhi cara berfikir, bertindak, dan kejadian yang akan atau sedang berlangsung. Tapi, taukah kita apa sih “New Normal” Itu, dan bagaimana cara menyikapinya?

  1. Apa sih New Normal itu?

Menurut Wikipedia, New normal adalah dalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan pada tahun  2007-2008resesi global tahun 2008–2012, dan pandemi COVID-19. Nah dari pemaparan Wikipedia, New normal adalah bukan barang baru, atau kalimat baru, itu adalah cara pemerintahan Indonesia dalam menangani krisis ekonomi seperti sekarang ini (pada masa pasca pandemic COVID-19).

Di lansir dari Detik.com, New normal adalah langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait. Jadi, ini adalah langkah pemerintah dalam penaganan perbaikan ekonomi, social dan kesehatan masyarakat.

  • Kriteria new normal

Di lansir dari Kompas.Com, WHO mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mengkaji rencana respons operasional provinsi untuk seluruh 34 provinsi. WHO juga terus mendukung pemerintah dalam analisis data provinsi untuk menilai kriteria epidemiologis untuk mengurangi pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Menurut WHO, ada tindakan-tindakan yang tidak  bisa ditawar untuk melaksanakan New Normal, yaitu:

  • Isolasi cepat dari semua kasus yang diduga dan di konfirmasi.
  • perawatan klinis yang sesuai untuk mereka yang terkena Covid-19.
  • pelacakan kontak ekstensif dan karantina semua kontak
  • setidaknya 80 persen kasus baru dilacak dan kontaknya dikarantina dalam 72 jam setelah konfirmasi.
  • memastikan bahwa orang sering mencuci tangan; memakai masker di tempat umum dan tempat kerja; serta menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari yang lain.
  • Kiat  apa yang harus dilakukan untuk menghadapi New Normal?

Mungkin teman-teman bertanya, lalu kita ngapain kalo New Normal berlangsung? Nah, dikutip dari Alodokter, ada beberapa yang perlu kita hadapi ketika New Normal ini, yaitu:

  1. Saat Masuk dan keluar rumah.

Penerapan New Normal akan membuat kita lebih longgar untuk keluar rumah. Namun, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, kita harus tetap menerapkan langkah pencegahan dasar kapan pun dan di mana pun kita berada,

  • Ketika ingin menggunakan transportasi umum.

Bila kamu harus bepergian ke suatu tempat dan menggunakan transportasi umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain menerapkan langkah pencegahan dasar.

Untuk memudahkanmu dalam menjaga kebersihan tangan, bawalah selalu hand sanitizer. Jangan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan. Selain itu, pastikan kamu membawa botol minum agar tetap terhidrasi selama perjalanan.

  • Selama bekerja atau belajar.

Dimulainya New Normal akan membuat para karyawan kembali bekerja di kantor secara bertahap setelah beberapa bulan bekerja dari rumah dan juga ada beberapa sekolah yang akan memulai pendidikannya. Nah, agar tetap aman dan terhindar dari virus Corona di tempat kerja maupun lingkungan sekolah, kamu perlu menerapkan pshysical distancing dalam setiap kegiatan di kantor.

Ketika beraktivitas di meja kerja ataupun dibangku sekolah, pastikan jarak antar kursi minimal 1 meter. Bila ada rekan kerja atau teman yang duduk dengan jarak kurang dari itu, jangan ragu untuk menegur dan mengingatkannya agar menjaga jarak.

Dan bila merasa sakit untuk tidak mengikuti kegiatan dulu, dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak di inginkan.

  • Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari semuanya adalah, mari hidup sehat, tetap menjaga performa tubuh, dan tetap positif thinking. Ingat setiap semua kejadian pasti allah selalu memberikan pengajar dan memberikan sesuatu yang lebih baik untuk kita kedepannya. Seperti yang terkandung dalam surat Alam Nasyroh: 6 yang berbunyi:

 إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا   “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

                        Jadi selain kita melakukan apa yang di anjurkan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan, kita pun harus percaya bahwa allah tidak akan menurunkan sesuatu bencana tanpa sebab yang tidak pasti, pasti akan banyak pelajaran yang kita dapat dari kejadian demi kejadian yang menimpa kita. (Hilman K)