Cirebon, manbaululum.or.id – Semangat tholabul ilmi kembali menyala di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Cirebon. Para santri putri memulai kembali kegiatan rutin mingguan yang mereka nanti-nantikan, yakni Muhadhoroh, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Ratusan santri putri tampak antusias memadati halaman depan Gedung Masy’aril Haram selepas Salat Isya berjamaah. Dengan seragam rapi, mereka bersiap menyongsong periode baru pembelajaran retorika dan dakwah.
Membangun Mental Da’iyah Sejak Dini
Ustadzah Ghina, selaku pembina bagian keputrian, membuka kegiatan ini secara langsung. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Muhadhoroh bukan sekadar latihan berbicara di depan umum. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah krusial bagi pesantren untuk menempa mental dan karakter santriwati.
“Muhadhoroh adalah jantungnya kaderisasi da’iyah di Manbaul Ulum. Di sinilah mental kalian teruji, dan di sinilah kalian melatih lisan untuk menyuarakan kebenaran. Jangan takut salah, karena kita belajar menjadi lebih baik dari sebuah kesalahan,” ujar Ustadzah Ghina di hadapan para santri.
Selanjutnya, Ustadzah Ghina menandai peresmian acara secara simbolis. Seluruh hadirin pun menyambut momen tersebut dengan tepuk tangan meriah. Suasana malam di depan Gedung Masy’aril Haram terasa begitu hidup dan memancarkan aura positif.




Anda bisa melihat profil lengkap pesantren kami di halaman Profil Pondok Pesantren.
Pentingnya Public Speaking bagi Santri Milenial
Pengurus merancang kegiatan Muhadhoroh di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Cirebon menggunakan metode yang sistematis. Para Mudabbiroh dan Ustadzah tidak hanya mengajarkan cara berpidato, tetapi mereka juga melatih santri menjadi pembawa acara (MC), pembaca ayat suci Al-Qur’an (Qiro’ah), hingga memimpin doa.
Oleh karena itu, tujuan utama dari kegiatan ini meliputi:
- Melatih Kepercayaan Diri: Mengikis rasa gugup saat santri tampil di hadapan audiens.
- Keterampilan Komunikasi: Meningkatkan kemampuan public speaking yang persuasif dan islami.
- Persiapan Terjun ke Masyarakat: Membekali santri dengan kemampuan memimpin pengajian atau acara keagamaan di kampung halaman kelak.


Harapan untuk Tahun Ajaran 2026
Pihak pesantren berharap pembukaan kembali kegiatan Muhadhoroh pada awal tahun 2026 ini akan melahirkan bibit-bibit unggul mubalighoh. Harapannya, santri tidak hanya pandai mengaji kitab kuning, tetapi juga cakap dalam menyampaikan ilmunya kepada masyarakat luas. Sebagai informasi tambahan, santri akan melaksanakan kegiatan ini secara rutin setiap pekan. Nantinya, pengurus akan menggilir para santri untuk menunaikan tugas sebagai petugas upacara maupun penceramah di bawah bimbingan ketat para ustadzah senior. (Muhammad Afrizal Azhari)
